(0361) 3700270
default-logo

Mengunjungi The Blanco Renaissance Museum Ubud Bali

Ubud merupakan salah satu destinasi wisata di Bali yang menawarkan suasana tenang ala pedesaan. Ubud menjadi tempat wisata favorit di Bali yang banyak dikunjungi oleh wisatawan, hal ini dikarenakan Ubud memiliki berbagai jenis aktivitas yang ditawarkan, yang berbeda dengan tempat wista lainnya. Dengan lingkungan alam yang msih asri dan suasana pedesaan,Ubud mampu menarik minat wisatawan untuk mengunjunginya. Di Ubud anda dapat mengunjungi objek wisata seperti : Monkey Forest, Tegalalang, Bukit Campuan, atau juga bisa melakukan aktivitas wisata berpetualang seperti bersepeda, ATV, atau mencoba rafting di Sungai Ayung.
Selain beberapa kegiatan tersebut tempat wisata Ubud juga memiliki nilai seni yang tinggi, salah satu seni tersebut ialah seni melukis seperti hasil karya seni sang maestro terkenal Don Antonio Blanco yang dipamerkan di Museum Antonio Blanco Ubud.
Museum Antonio Blanco Ubud merupakan salah satu tempat wisata museum yang terkenal di Ubud, sebagian besar wistawan yang berkunjung ke museum ini adalah mereka yang memiliki jiwa seni melukis. Namun ada juga yang hanya ingin sekedar tahu tentang museum ini ataupun hanya melihat lukisannya. Museum Antonio Blanco berlokasi di Jalan Raya Penestanan Desa Campuhan, Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar Bali.

Don Antonio Blanco

Don Antonio Blanco

Don Antonio Blanco lahir di Manila 15 September 1912, meninggal di Bali pada 10 Desember 1999(pada umur 87 tahun) ia adalah seorang pelukis keturunan Spanyol dan Amerika. Pada mulanya ia hidup dan bekerja di Florida dan California, Amerika Serikat, hingga pada suatu waktu hatinya tertarik untuk mengeksplorasi pulau-pulau di Samudra Pasifik. Ia berencana untuk pergi ke Tahiti, tapi nasib membawanya ke Hawaii, Jepang dan Kamboja, dimana ia menjadi tamu kehormatan Pangeran Norodom Sihanouk.

Dari Cambodia ia kemudian pergi ke Bali pada tahun 1952 dan menikahi seorang wanita yang bernama Ni Ronji,seorang penari tradisional Bali yang juga menjadi model untuk lukisannya pada tahun 1953. Bali memberikan antonio elemen penting yang ia butuhkan untuk membangun hasrat seninya yang jenius. Semenjak itu ia tidak pernah meninggalkan mimpinya dan mulai mewujudkan mimpinya itu dalam hidup dan karya-karyanya. Ia membangun sebuah rumah tinggal plus museum di Ubud yang menjadi tempat istirahatnya yang penuh dengan keajaiban. Bangunan tersebut dibangun berdasarkan citra dan kesukaannya dimana Antonio mejadi sangat betah tinggal di dalam rumah dan jarang keluar.

Museum Antonio Blanco

Museum Antonio Blanco

Keinginan Antonio untuk suatu hari nanti memiliki museum akhirnya mulai terwujud juga dan diberi nama The Blanco Renaissance Museum, yang mulai dibangun pada 28 Desember 1998 di lingkungan kediamannya, menyimpan lebih dari 300 karyanya. Antonio meninggal dunia pada 10 Desember 1999 di Denpasar Bali akibart penyakit jantung dan ginjal yang dideritanya. Ia meninggalkan seorang istri dan empat orang anak : Cempaka, Mario, Orchid, dan Mahadewi. Upacara kremasi pun dilakukan karena ia telah menjadi penganut Hindu dan peristiwa pembakaran mayatnya (Ngaben) baru terjadi pada tanggal 28 Desember 1999

Museum Antonio Blanco ini kini dikelola oleh putra satu-satunya dari Antonio yaitu Mario Blanco, yang mempunyai bakat melukis dan seni dari Antonio sendiri. Beberapa karya lukis Mario Blanco juga turut dipamerkan di dalam museum ini, yang tidak kalah indahnya dengan karya lukisan sang Ayah. Lukisan-lukisan Antonio Blanco di dominasi oleh lukisan diri dari sang istri, hal ini bermula saat Antonio Blanco melihat untuk pertama kalinya gadis-gadis Bali menari saat itu. Disana kemudian ia melihat Ni Rondji,dan setelah Ni Rondji bersedia untuk dilukis oleh Antonio Blanco, maka itu menjadi awal dari lukisan-lukisan Antonio Blanco disana. Museum Antonio Blanco ini, turut pula di lengkapi dengan Blanco studio, Mario Studio, Gallery, Taman Burung, Restaurant, Gift Shop dan Amphitheatre yang akan membuat pengunjung semakin nyaman disana dan memperoleh apa yang mereka butuhkan disana, disamping itu juga rumah keluarga dan Pura keluarga.
Museum Antonio Blanco ini kini dikelola oleh putra satu-satunya dari Antonio yaitu Mario Blanco, yang mempunyai bakat melukis dan seni dari Antonio sendiri. Beberapa karya lukis Mario Blanco juga turut dipamerkan di dalam museum ini, yang tidak kalah indahnya dengan karya lukisan sang Ayah. Lukisan-lukisan Antonio Blanco di dominasi oleh lukisan diri dari sang istri, hal ini bermula saat Antonio Blanco melihat untuk pertama kalinya gadis-gadis Bali menari saat itu.

About the Author
Balitour.id menyajikan informasi update tentang obyek wisata di Bali, Nusa Lembongan, Nusa Penida, Gili dan Lombok. Temukan Paket Tour Bali dan Lombok favorit anda disini !

Leave a Reply

*